TOURISM STUDENTS' ORAL PRESENTATION ANXIETY: A CASE STUDY
Isi Artikel Utama
Abstrak
Presentasi lisan merupakan salah satu aktivitas pembelajaran inti dalam pendidikan pariwisata karena mensimulasikan tugas profesional yang sesungguhnya, seperti pemanduan wisata, pengarahan tamu hotel, dan promosi destinasi yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Namun demikian, banyak mahasiswa pariwisata mengalami kecemasan yang cukup besar ketika harus melakukan presentasi lisan di hadapan audiens, yang berpotensi menghambat performa komunikatif dan kesiapan profesional mereka. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk, sumber, dan strategi mengatasi kecemasan presentasi lisan pada mahasiswa Program Studi Pariwisata ITB STIKOM Ambon. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa yang dipilih secara purposif dan telah menempuh minimal satu mata kuliah yang mensyaratkan presentasi lisan berbahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi kelas non-partisipan, dan jurnal reflektif, kemudian dianalisis menggunakan prosedur analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian mengungkap lima tema yang saling berkaitan sebagai penyebab kecemasan mahasiswa, yaitu kecemasan komunikasi, ketakutan akan evaluasi negatif, kecemasan menghadapi penilaian, ketidakpercayaan diri linguistik, serta gejala fisik dan emosional seperti gemetar dan pikiran kosong. Mahasiswa dilaporkan menerapkan sejumlah strategi mengatasi kecemasan, antara lain latihan berulang, penggunaan catatan bantu, dialog diri positif, dukungan sesama teman, dan pemilihan kontak mata dengan audiens yang dianggap suportif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan presentasi lisan pada mahasiswa pariwisata merupakan fenomena multidimensional yang tidak hanya berakar pada keterbatasan bahasa, tetapi juga pada faktor sosio-psikologis terkait ketakutan akan penilaian. Temuan ini menyarankan perlunya intervensi pedagogis yang berorientasi pada pengurangan kecemasan, seperti kesempatan berlatih dengan tekanan rendah, umpan balik formatif, dan iklim kelas yang suportif, guna mempersiapkan mahasiswa pariwisata menghadapi komunikasi profesional yang otentik.
Rincian Artikel
Referensi
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Horwitz, E. K., Horwitz, M. B., & Cope, J. (1986). Foreign language classroom anxiety. The Modern Language Journal, 70(2), 125–132.
MacIntyre, P. D., & Gardner, R. C. (1994). The subtle effects of language anxiety on cognitive processing in the second language. Language Learning, 44(2), 283–305.
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation (4th ed.). Jossey-Bass.
Öztürk, G., & Gürbüz, N. (2014). Speaking anxiety among Turkish EFL learners: The case at a state university. Journal of Language and Linguistic Studies, 10(1), 1–17.
Tsang, A. (2020). Enhancing learners' awareness of oral presentation (delivery) skills in the context of self-regulated learning. Active Learning in Higher Education, 21(1), 39–50.
Woodrow, L. (2006). Anxiety and speaking English as a second language. RELC Journal, 37(3), 308–328.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.